Latest Post

A. Pengertian & Prinsip Perakitan
            Produk Perakitan adalah suatu proses penyusunan dan penyatuan beberapa bagian komponen menjadi suatu alat atau mesin yang mempunyai fungsi tertentu. Pekerjaan perakitan dimulai bila obyek sudah siap untuk dipasang dan berakhir bila obyek tersebut telah bergabung secara sempurna. Perakitan juga dapat diartikan penggabungan antara bagian yang satu terhadap bagian yang lain atau pasangannya.
            Pada prinsipnya perakitan dalam proses manufaktur terdiri dari pasangan semua bagian-bagian komponen menjadi suatu produk, proses pengencangan, proses inspeksi dan pengujian fungsional, pemberian nama atau label, pemisahan hasil perakitan yang baik dan hasil perakitan yang buruk, serta pengepakan dan penyiapan untuk pemakaian akhir.
Perakitan merupakan proses khusus bila dibandingkan dengan proses manufaktur lainnya, misalnya proses permesinan ( frais, bubut, bor, dan gerinda ) dan pengelasan yang sebagian pelaksanaannya hanya meliputi satu proses saja. Sementara dalam perakitan bisa meliputi berbagai proses manufaktur.

B. Metode perakitan.
Dalam produksi massal, proses perakitan dapat dilakukan dengan cara otomatis, misalnya proses pengikatan, pengelingan, pengelasan, penyekrupan, dan lain-lain dalam urutan rangkaian proses produksi. Hal itu dilakukan untuk mendapatkan hasil pada setiap produk dengan bentuk yang standar.

    1. Metode perakitan ditinjau dari proses penyambungan komponen
a. Metode Cascade
Metode Cascade adalah metode perakitan antara komponen dengan langkah yang berurutan. Pada prinsipnya metode ini banyak digunakan untuk sistem pengabungan antara komponen dengan menggunakan rivet atau paku keling. Dalam proses pengabungan atau penyambungan antara komponen dari bahan pelat-pelat tipis. Metode Cascade ini banyak digunakan untuk perakitan dengan menggunakan sistem sambungan riveting atau keling. Proses riveting ini dengan menggunakan alat sederhana yakni perangkat penembak paku. Alat ini menjepit paku yang sudah dimasukkan dalam lobang hasil pengeboran pelat yang akan disambung. Selanjutnya alat ini ditekan secara bertahap sampai batang paku putus.

b. Metode Keseimbangan
Metode keseimbangan dalam perakitan merupakan proses penyambungan komponen-komponen dengan menggunakan spot welding. Penggunaan perakitan dengan las spot ini sangat banyak digunakan untuk penyambungan pelat-pelat tipis. Aplikasi proses penyambungan dengan spot welding ini digunakan di industri mobil dan kereta api, juga industri pesawat terbang yang menggunakan bodinya dari bahan pelat-pelat tipis. Keseimbangan yang dimaksukan dalam proses ini adalah posisi sambungan dibeberapa titik harus dilakukan secara seimbang.

c. Metode Bongkar Pasang (Knock down)
Metode bongkar pasang atau istilah yang lebih populernya adalah knock down merupakan metode yang banyak digunakan untuk perakitan.

Metode bongkar pasang ini bertujuan diantaranya :
o Memudahkan dalam mobilitas atau transfortasi.
o Memudahkan untuk proses perawatan atau penggantian komponen bagian dalam.
o Memudahkan dalam operasional pekerjaan.
o Konstruksi menjadi lebih sederhana

Penggunaan lebar bahan dan jenis dapat dengan mudah diterapkan dalam perakitan. Proses perakitan dengan metode knock down ini umumnya menggunakan sambungan baut dan mur ataupun screw. Perakitan dengan metode ini harus dilakukan secara teliti, terutama dalam hal pengeboran lobang-lobang yang akan dirakit. Pengeboran lobang-lobang ini biasanya dilakukan dengan memberi posisi dasar pemasangan. Lobang yang tidak tetap lebih besar dari lobang yang tetap.

    2. Metode perakitan ditinjau dari sifat komponen yang dirakit
        a. Metode perakitan yang dapat ditukar tukar.
Pada metode ini, bagian-bagian yang akan dirakit dapat ditukarkan satu sama lain ( interchangeable ), karena bagian tersebut dibuat oleh suatu pabrik secara massal dan sudah distandarkan baik menurut ISO, DIN, JIS, dan lain sebagainya. Keuntungan bila kita menggunakan bagian atau komponen yang telah distandarkan adalah waktu perakitan komponen yang lebih cepat dan dalam penggantian komponen yang rusak dapat diganti dengan komponen yang sejenis yang ada di pasaran. Akan tetapi tetap mempunyai kerugian yaitu kita harus membeli komponen tersebut dengan harga yang relatif lebih mahal.

b. Perakitan dengan pemilihan. Pada metode perakitan dengan metode pemilihan, komponen-komponennya juga dihasilkan dengan produksi massal yang pengukuran-pengukurannya tersendiri menurut batasan-batasan ukuran.

c. Perakitan secara individual. Perakitan secara individual dalam pengerjaannya tidak dapat kita pisahkan antara pasangan satu dengan pasangannya. karena dalam pengerjaannya harus berurutan tergantung bagian yang sebelumnya. Salah satu komponen yang berpasangan tersebut kita selesaikan terlebih dahulu, kemudian pasangan lainnya menyusul dengan ukuran patokan yang diambil dari komponen yang pertama.

A. Peluang Usaha 
        Harus diakui bahwa sebenarnya peluang usaha di sekitar kita sangat banyak. Namun tidak semua peluang usaha atau bisnis tepat dilakukan pada sembarang waktu dan tempat. Bagi calon wirausaha yg akan membuka usaha baru, perlu terlebih dahulu melakukan observasi, survei lapangan, dan banyak bertanya mengenai seluk beluk bisnis yang akan digelutinya. 
        Peluang usaha terdiri dari dua kata, Peluang dan usaha. Peluang berarti kesempatan, dan usaha berarti upaya untuk mencapai tujuan yang diinginkan dengan berbagai daya atau sumber daya yang dimiliki. Secara sederhana peluang usaha merupakan suatu kesempatan yang dimiliki oleh seseorang untuk mencapai tujuan yang hendak dicapai dengan menggunakan sumber daya yang miliki. 
        Tujuan yang hendak dicapai bisa dalam keuntungan, uang, kekayaan, kepuasan batin, popularitas, status sosial dan lain-lain. Untuk mencapai tujuan tersebut seseorang dapat memanfaatkan sumber daya yang dimiliki. Sumber daya itu dapat berupa uang/modal, pengetahuan, skill, relasi yang luas, pengalaman dan lain-lain. Artinya sumber daya ini mencakup segala sesuatu yang bisa dimanfaatkan untuk menunjang kegiatan usaha. Seorang wirausaha harus berfikir tentang seperti apa peluang usaha yang baik itu. 

Berikut adalah ciri-ciri peluang usaha yang baik. 
        1. Bersifat orisinil 
        2. Harus dapat mengantisipasi peruabahan persaingan dan kebutuhan pasar 
        3. Sesuai dengan minat 
        4. Tingkat kelayakan usaha teruji 
        5. Bersifat ide kreatif 
        6. Ada keyakinan untuk mewujudkan 
        7. Ada rasa senang saat menjalankan 

        Dalam kenyataannya peluang yang baik saja tidak cukup, tapi juga harus potensial. Banyaknya peluang usaha di sekitar kita, mengharuskan seorang wirausaha untuk cermat dalam mengkaji mana peluang usaha yang potensial. 

Ciri-ciri peluang usaha yang Potensial adalah sebagai berikut. 
        1. Memiliki nilai jual
        2. Usaha bukan hanya ambisi pribadi semata, dan bersifat nyata 
        3. Usaha tersebut mamapu bertahan lama di pasar 
        4. Tidak menghabiskan modal, karena terlalu besar investasinya 
        5. Bisa ditingkatkan skalanya menjadi industri 

Peluang usaha yang bernilai jual memiliki ciri-ciri sebagai berikut. 
        1. Mampu memenuhi kebutuhan konsumen 
        2. Memiliki keunggulan bersaing 
        3. Tidak bersifat sementara 
        4. Ada nilai uang 
        5. Memenuhi aspek kreatif dan inovatif 
        
B. Analisis Peluang Usaha 
        Tidak semua peluang yang ada dihadapan kita secara otomatis bisa dikerjakan. Namun terlebih dahulu harus dilakukan analisis. Analisis peluang usaha adalah suatu analisis untuk mengetahui berbagai kemungkinan dari berbagai macam kesempatan usaha, mana yang bisa dilakukan dan bisa memberikan keuntungan dengan berbagai tingkat resiko yang akan di hadapi. 

Untuk dapat menggali dan memanfaatkan peluang usaha, seorang wirausaha harus dapat berfikir secara positif dan kreatif, diantaranya yaitu: 
        1. Percaya dan yakin bahwa usaha tersebut dapat dilaksanakan 
        2. Mau menerima gagasan atau ide-ide baru 
        3. Memiliki semangat kerja yang tinggi 
        4. Mampu berkomunikasi dengan baik 
        5. Bertanya pada diri sendiri 
        6. Mau mendengarkan saran orang lain 

C. Persiapan Peluang Usaha 
        Untuk melakukan analisis peuang usaha di butuhkan persiapan sebagai berikut. 
        1. Meneliti luas usaha yang dipilih 
        2. Bentuk usaha 
        3. Jenis usaha yang ditekuni 
        4. Mengenal informasi usaha yang diterima 
        5. Memiliki peta peluang usaha yang menguntungkan

        Langkah-langkah analisis peluang usaha : 
        1. Membuat sketsa bidang usaha yang ditekuni 
        2. Penyediaan modal 
        3. Mengurus izin usaha 
        4. Menyiapkan tenaga kerja 
        5. Menyiapkan sarana 
        6. Menyiapkan bahan baku 
        7. Menetapkan lokasi 
        8. Menetapkan metodologi 
        9. Menetapkan teknologi usaha 
        10. Menetapkan Manajemen 
        11. Mencari Mitra Usaha 

D. Tujuan Analisis Peluang Usaha 
        Secara umum tujuan analisis peluang usaha adalah untuk mengetahui apakah usaha tersebut layak dikerjakan atau tidak. Oleh sebab itu seorang wirausaha harus cermat, yakin dan berani. 

Tujuan analisis peluang usaha : 
         Untuk menemukan peluang usaha. 
         Untuk menemukan potensi usaha. 
         Untuk mengetahui besarnya potensi usaha yang tersedia. 
         Untuk mengetahui berapa lama usaha bertahan 

E. Keberhasilan dan Kegagalan Wirausaha 
        Seorang wirausaha senantiasa dihadapkan dalam dua kemungkinan, yakni keberhasilan dan kegagalan dalam menjalankan usaha. 

Ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan keberhasilan dan kegagalan usaha. 
        1. Faktor-faktor penyebab keberhasilan wirausaha 
            Keberhasilan dan kegagalan dalam menjalankan suatu usaha dipengaruhi oleh beberapa faktor. 
            Berikut adalah faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan seorang wirausaha dalam mengelola 
            usaha: 
            a. Faktor manusia 
                1) Kepribadian
                    Kepribadian atau karakter seseorang sangat menunjang keberhasilannya. Karakter bisa 
                    bawaan dari lahir namun bisa juga di latih secara terus-menerus. Kemauan keras untuk 
                    berubah dan lingkungan sangat berpengaruh bagi pembentukan karakter. 
                2) Ilmu Pengetahuan 
                    Ilmu, membantu kita dalam menghadapi berbagai persoalan. Dalam mengelola usaha seorang 
                    wirausaha dihadapkan dengan berbagai macam kondisi. 
                3) Pengalaman yang dimiliki 
                    Seperti kata pepatah, pengalaman adalah guru terbaik. Kita bisa belajar dari pengalaman diri 
                    sendiri maupun pengalaman orang lain. 
                    Pengalaman orang lain bisa kita amati secara langsung, bisa juga berupa kisah inspiratif bisa 
                    di dapatkan melalui buku, maupun media elektronik seperti televisi, internet.
 
            b. Keuangan 
                Faktor keuangan merupakan salah satu pendukung keberhasilan dalam usaha. Tanpa adanya 
                modal, usaha tidak mungkin bisa berjalan. Modal tersebut digunakan untuk membiayai 
                pengeluaran, seperti pembelian bahan baku, peralatan, perlengkapan kerja, gaji karyawan, 
                promosi dan kegiatan operasional lainnya. Uang memang bukan segalanya tapi segalanya 
                membutuhkan uang. 

            c. Perencanaan 
                Perencanaan yang matang sangat dibutuhkan untuk menunjang keberhasilan usaha. Agar usaha 
                yang mau dijalankan bisa terarah, dan tidak asal berjalan maka dibutuhkan planning yang matang. 
                
                Perencanaan dapat dimulai saat usaha itu mau didirikan, misal: 
                    - Produk apa yang mau dibuat 
                    - Berapa modal yang dibutuhkan 
                    - Siapa calon konsumen sasarannya 
                    - Dimana tempat usahanya 
                    - Siapa yang terlibat dalam kegiatan usaha 

            d. Pemasaran
                Pemasaran produk merupakan faktor sangat penting. Sebagus apapun produk, bila tidak mampu 
                memasarkannya, maka produk tidak dapat menjangkau konsumen yang dituju. Oleh sebab itu 
                harus dipikirkan, misalnya: 
                    - Siapa yang akan memasarkan produk 
                    - Siapa yang akan beli (pembeli potensial) produk 
                    - Apa strategi yang digunakan 

                Selain faktor diatas, keberhasilan seorang wirausaha dalam menjalankan usaha menurut 
                Adyaksa Dault harus dilandasi dengan falsafah yang dikenal dengan nama “ DORAEMON”, 
                yaitu sebagai berikut: 
                     Dream : memiliki impian 
                     Opportunity : mampu mencari peluang usaha 
                     Reform : menyusun perencanaan dan mengimplementasikan secara sistematis 
                     Action : melakukan suatu tindakan 
                     Energy : memiliki semangat yang tinggi 
                     Mapping : bisa melakukan pemetaan usaha dengan analisis SWOT 
                     Organizing : bergabung dengan organisasi atau perkumpulan 
                     Network : memiliki jaringan atau relasi yang luas 

        2. Faktor-faktor penyebab kegagalan wirausaha 
            Keberhasilan dan kegagalan wirausaha sangat tergantung dari kepribadian wirausaha itu sendiri.
            Menurut Zimmerer yang menyebabkan wirausaha gagal dalam menjalankan usahanya adalah: 
                     Tidak kompeten dalam manajerial’ 
                     Kurang 
                     berpengalaman 
                     Tidak bisa mengelola keuangan 
                     Lokasi yang kurang mendukung 
                     Gagal dalam perencanaan 
                     Sikap yang kurang bersungguh-sungguh 
                     Ketidakmampuan dalam melakukan peralihan atau transisi kewirausahaan 
                     Kurang pengawasan peralatan

Drop Caps

That night, in the mid-watch, when the old man—as his wont at intervals—stepped forth from the scuttle in which he leaned, and went to his pivot-hole, he suddenly thrust out his face fiercely, snuffing up the sea air as a sagacious ship's dog will, in drawing nigh to some barbarous isle. He declared that a whale must be near. Soon that peculiar odor, sometimes to a great distance given forth by the living sperm whale, was palpable to all the watch; nor was any mariner surprised when, after inspecting the compass, and then the dog-vane, and then ascertaining the precise bearing of the odor as nearly as possible, Ahab rapidly ordered the ship's course to be slightly altered, and the sail to be shortened

Blockquote

Is a Magazine Responsive Blogger Premium Theme, With many news features and fully Customizble, Powerfull Admin Panel and more...

Bullet And Lists

  • Unlimited Colors
  • Responsive Theme
  • PowerFull Admin Panel
  • ShortCodes
  • Excellent Support
  1. Unlimited Colors
  2. Responsive Theme
  3. PowerFull Admin Panel
  4. ShortCodes
  5. Excellent Support

Heading

Example Heading 1

Example Heading 2

Example Heading 3

Example Heading 4

Example Heading 5
Example Heading 6

Buttons


Alert Boxes

[alert title="Alert message" icon="info-circle"] This alert needs your attention [/alert] [success title="Success message" icon="check-circle"] You successfully read this important message. [/success] [warning title="Warning message" icon="exclamation-triangle"] Warning! Best check yo self. [/warning] [update title="Update message" icon="info-circle"] You successfully to update your content. [/update] [info title="Info message" icon="info-circle"] This a simple info for you. [/info] [error title="Error message" icon="exclamation-circle"] Oh snap! Change a few things up [/error]

Code Box Html

[code type="HTML"]<!doctype html> <html lang="en"> <head> <meta charset="utf-8"> <title>Sample Page</title> </head> <body> <h1>Lorem Ipsum</h1> <p>Lorem ipsum dolor sit amet.</p> </body> </html>[/code]

Code Box Css

[code type="CSS"].blog-header h1 {color:green} .blog-header h1 a {color:green} .post-title { font:normal normal 20px/1.4 "Open Sans",Sans-Serif; margin:0 0 .5em; text-shadow:none; color:#5686D6; } .post-title a, .post-title a:focus, .post-title a:hover, .post-title a:active { color:#5686D6; text-decoration:none; }[/code]

Code Box JavaScript

[code type="JavaScript"](function() { var html5 = ("abbr,article,aside,audio,canvas,datalist,details," + "figure,footer,header,hgroup,mark,menu,meter,nav,output," + "progress,section,time,video").split(','); for (var i = 0; i < html5.length; i++) { document.createElement(html5[i]); } try { document.execCommand('BackgroundImageCache', false, true); } catch(e) {} })();[/code]

Code Box jQuery

[code type="JQuery"]$('button').click(function() { $(this).toggleClass('active').html('Clicked!').css('opacity', .5); }).css('color', 'red');[/code]

Contact Form

[contact/]

Two Columuns

[2column] [content]But, to the best of my knowledge, Perry still lived and it was my duty and wish to be again with him, that we might share the dangers and vicissitudes of the strange world we had discovered. And Ghak, too; the great, shaggy man had found a place in the hearts of us both, for he was indeed every inch a man and king. Uncouth, perhaps, and brutal, too, if judged too harshly by the standards of effete twentieth-century civilization, but withal noble, dignified, chivalrous, and loveable. Chance carried me to the very beach upon which I had discovered Ja's canoe, and a short time later I was scrambling up the steep bank to. [/content] [content]We were interrupted at this juncture by the approach of one of the warriors, bearing arms, accouterments and ornaments, and in a flash one of her questions was answered and a puzzle cleared up for me. I saw that the body of my dead antagonist had been stripped, and I read in the menacing yet respectful attitude of the warrior who had brought me these trophies of the kill the same demeanor as that evinced by the other who had brought me my original equipment, and now for the first time I realized that my blow, on the occasion of my first battle in the audience chamber had resulted in the death of my adversary. [/content] [/2column]

Three Columuns

[3column] [content]But, to the best of my knowledge, Perry still lived and it was my duty and wish to be again with him, that we might share the dangers and vicissitudes of the strange world we had discovered. And Ghak, too; the great, shaggy man had found a place in the hearts of us both, for he was indeed every inch a man and king. Uncouth, perhaps, and brutal, too, if judged too harshly by the standards of effete twentieth-century civilization, but withal noble, dignified, chivalrous, and loveable. Chance carried me to the very beach upon which I had discovered Ja's canoe, and a short time later I was scrambling up the steep bank to. [/content] [content]We were interrupted at this juncture by the approach of one of the warriors, bearing arms, accouterments and ornaments, and in a flash one of her questions was answered and a puzzle cleared up for me. I saw that the body of my dead antagonist had been stripped, and I read in the menacing yet respectful attitude of the warrior who had brought me these trophies of the kill the same demeanor as that evinced by the other who had brought me my original equipment, and now for the first time I realized that my blow, on the occasion of my first battle in the audience chamber had resulted in the death of my adversary. [/content] [content]"There are almost as many conjectures as to that as there are geologists," was his answer. "One estimates it thirty miles, because the internal heat, increasing at the rate of about one degree to each sixty to seventy feet depth, would be sufficient to fuse the most refractory substances at that distance beneath the surface. Another finds that the phenomena of precession and nutation require that the earth, if not entirely solid, must at least have a shell not less than eight hundred to a thousand miles in thickness. [/content] [/3column]

Four Columuns

[4column] [content]But, to the best of my knowledge, Perry still lived and it was my duty and wish to be again with him, that we might share the dangers and vicissitudes of the strange world we had discovered. And Ghak, too; the great, shaggy man had found a place in the hearts of us both, for he was indeed every inch a man and king. Uncouth, perhaps, and brutal, too, if judged too harshly by the standards of effete twentieth-century civilization, but withal noble, dignified, chivalrous, and loveable. Chance carried me to the very beach upon which I had discovered Ja's canoe, and a short time later I was scrambling up the steep bank to. [/content] [content]We were interrupted at this juncture by the approach of one of the warriors, bearing arms, accouterments and ornaments, and in a flash one of her questions was answered and a puzzle cleared up for me. I saw that the body of my dead antagonist had been stripped, and I read in the menacing yet respectful attitude of the warrior who had brought me these trophies of the kill the same demeanor as that evinced by the other who had brought me my original equipment, and now for the first time I realized that my blow, on the occasion of my first battle in the audience chamber had resulted in the death of my adversary. [/content] [content]"There are almost as many conjectures as to that as there are geologists," was his answer. "One estimates it thirty miles, because the internal heat, increasing at the rate of about one degree to each sixty to seventy feet depth, would be sufficient to fuse the most refractory substances at that distance beneath the surface. Another finds that the phenomena of precession and nutation require that the earth, if not entirely solid, must at least have a shell not less than eight hundred to a thousand miles in thickness. [/content] [content]At this time our sleeping quarters were occupied by three or four females and a couple of the recently hatched young, beside Sola and her youthful ward, myself, and Woola the hound. After they had retired for the night it was customary for the adults to carry on a desultory conversation for a short time before lapsing into sleep, and now that I could understand their language I was always a keen listener, although I never proffered any remarks myself. [/content] [/4column]

Tabs Horizontal

[tab] [content title="Tab 1"]"There are almost as many conjectures as to that as there are geologists," was his answer. "One estimates it thirty miles, because the internal heat, increasing at the rate of about one degree to each sixty to seventy feet depth, would be sufficient to fuse the most refractory substances at that distance beneath the surface. Another finds that the phenomena of precession and nutation require that the earth, if not entirely solid, must at least have a shell not less than eight hundred to a thousand miles in thickness. [/content] [content title="Tab 2"]I had observed on the two occasions when I had seen her that the prisoner exchanged words with her guards, and this convinced me that they spoke, or at least could make themselves understood by a common language. With this added incentive I nearly drove Sola distracted by my importunities to hasten on my education and within a few more days I had mastered the Martian tongue sufficiently well to enable me to carry on a passable conversation and to fully understand practically all that I heard. [/content] [content title="Tab 3"]At this time our sleeping quarters were occupied by three or four females and a couple of the recently hatched young, beside Sola and her youthful ward, myself, and Woola the hound. After they had retired for the night it was customary for the adults to carry on a desultory conversation for a short time before lapsing into sleep, and now that I could understand their language I was always a keen listener, although I never proffered any remarks myself. [/content] [/tab]

Tabs Vertical

[vtab] [content title="Tab 1"]"There are almost as many conjectures as to that as there are geologists," was his answer. "One estimates it thirty miles, because the internal heat, increasing at the rate of about one degree to each sixty to seventy feet depth, would be sufficient to fuse the most refractory substances at that distance beneath the surface. Another finds that the phenomena of precession and nutation require that the earth, if not entirely solid, must at least have a shell not less than eight hundred to a thousand miles in thickness. [/content] [content title="Tab 2"]I had observed on the two occasions when I had seen her that the prisoner exchanged words with her guards, and this convinced me that they spoke, or at least could make themselves understood by a common language. With this added incentive I nearly drove Sola distracted by my importunities to hasten on my education and within a few more days I had mastered the Martian tongue sufficiently well to enable me to carry on a passable conversation and to fully understand practically all that I heard. [/content] [content title="Tab 3"]At this time our sleeping quarters were occupied by three or four females and a couple of the recently hatched young, beside Sola and her youthful ward, myself, and Woola the hound. After they had retired for the night it was customary for the adults to carry on a desultory conversation for a short time before lapsing into sleep, and now that I could understand their language I was always a keen listener, although I never proffered any remarks myself. [/content] [/vtab]

Accordion

[accordion] [item title="Accordion 1"]At this time our sleeping quarters were occupied by three or four females and a couple of the recently hatched young, beside Sola and her youthful ward, myself, and Woola the hound. After they had retired for the night it was customary for the adults to carry on a desultory conversation for a short time before lapsing into sleep, and now that I could understand their language I was always a keen listener, although I never proffered any remarks myself. [/item] [item title="Accordion 2"]I had observed on the two occasions when I had seen her that the prisoner exchanged words with her guards, and this convinced me that they spoke, or at least could make themselves understood by a common language. With this added incentive I nearly drove Sola distracted by my importunities to hasten on my education and within a few more days I had mastered the Martian tongue sufficiently well to enable me to carry on a passable conversation and to fully understand practically all that I heard. [/item] [item title="Accordion 3"]"There are almost as many conjectures as to that as there are geologists," was his answer. "One estimates it thirty miles, because the internal heat, increasing at the rate of about one degree to each sixty to seventy feet depth, would be sufficient to fuse the most refractory substances at that distance beneath the surface. Another finds that the phenomena of precession and nutation require that the earth, if not entirely solid, must at least have a shell not less than eight hundred to a thousand miles in thickness. [/item] [item title="Accordion 4"]But, to the best of my knowledge, Perry still lived and it was my duty and wish to be again with him, that we might share the dangers and vicissitudes of the strange world we had discovered. And Ghak, too; the great, shaggy man had found a place in the hearts of us both, for he was indeed every inch a man and king. Uncouth, perhaps, and brutal, too, if judged too harshly by the standards of effete twentieth-century civilization, but withal noble, dignified, chivalrous, and loveable. Chance carried me to the very beach upon which I had discovered Ja's canoe, and a short time later I was scrambling up the steep bank to. [/item] [/accordion]

Tooltip

"There are almost as many conjectures as to that as there are geologists," was his answer. [tooltip url="http://themeforest.com/user/MKRdezign" title="MKRdezign"]"There are almost as many conjectures as to that as there are geologists," was his answer.[/tooltip]"One estimates it thirty miles, because the internal heat, increasing at the rate of about one degree to each sixty to seventy feet depth, would be sufficient to fuse the most refractory substances at that distance beneath the surface. Another finds that the phenomena of precession and nutation require that the earth, if not entirely solid, must at least have a shell not less than eight hundred to a thousand miles in thickness

Analisa fundamental terhadap suatu saham digunakan untuk menentukan kesehatan keuangan dan bisnis perusahaan. Untuk itu sangat disarankan untuk melakukan analisa fundamental yang tepat dari suatu saham sebelum berinvestasi jika Anda berencana untuk investasi jangka panjang. 
Jika kita masuk ke dalam market saham, kita juga mengenal istilah 'Analisa Teknikal'. Nah, analisa teknikal adalah analisis / pendekatan yang baik untuk menentukan waktu / timing yang tepat untuk masuk ( buy ) dan keluar ( sell ) pada perdagangan saham jangka pendek (trading harian ). Kita dapat memperoleh keuntungan baik menggunakan indikator teknikal yang berbeda secara efisien. Namun, jika kita ingin mencari saham multi-bagger ( saham yang bisa menghasilakan return besar ) untuk diinvestasikan, yang dapat memberikan return yang baik dari tahun ke tahun, maka analisis fundamental adalah cara yang tepat yang harus dilakukan. 
Untuk memperoleh hal tersebut maka kita harus melakukan investasi untuk jangka panjang. Meskipun indikator teknikal menunjukkan tanda-tanda keluar dalam jangka pendek setiap kali ada tren turun ( bearish ), namun, kita harus tetap bertahan dalam saham tersebut jika perusahaan secara fundamental kuat / baik. Dalam kasus seperti itu, kita harus yakin bahwa saham akan tumbuh dan memberikan return yang baik di masa depan dan menghindari kinerja jangka pendek yang kurang baik. Fluktuasi pasar jangka pendek, faktor-faktor yang tidak dapat dihindari, atau kesalahan penilaian tidak akan memengaruhi fundamental perusahaan yang kuat dalam jangka panjang. 
Dalam posting ini, kita akan membahas bagaimana melakukan analisis fundamental pada saham. Di sini, kami akan menguraikan beberapa pedoman yang jika Anda ikuti dengan disiplin, Anda dapat dengan mudah dapat memilih perusahaan yang secara fundamental kuat / baik

Cara Melakukan Analisa Fundamental Saham.
Berikut adalah enam langkah penting yang harus dilakukan untuk menganalisa fundamental suatu perusahaan.
Sederhana, tetapi efektif untuk menemukan perusahaan yang secara fundamental sehat / baik.
  1. Gunakan rasio keuangan untuk penyaringan / screening awal
    Ada lebih dari 600 saham yang terdaftar di bursa Indonesia. Jika kita mulai membaca laporan keuangan semua perusahaan ini ( misal. Neraca, laporan laba rugi, dll. ), maka mungkin perlu waktu bertahun-tahun. Laporan tahunan sebagian besar perusahaan sekitar 100-300 halaman. Dan tidak sepadan dengan waktu kita untuk membaca masing-masing dan setiap laporan perusahaan.
    Pendekatan yang lebih baik pertama-tama adalah memilih beberapa perusahaan bagus berdasarkan beberapa kriteria. Dan kemudian pelajari perusahaan-perusahaan yang telah disaring ini satu-per-satu untuk memilih yang sesuai. Untuk screening awal saham, kita dapat menggunakan berbagai rasio keuangan seperti rasio Harga terhadap Penghasilan / Price to Earning ( PE ), rasio Harga ke Nilai Buku / Price to Book Value ( PBV ), Pengembalian Ekuitas / Return on Equity ( ROE ), Tingkat Pertumbuhan Rata- rata Majemuk / Compounded Average Growth Rate ( CAGR ), Rasio lancar ( Current Ratio ), hasil Dividen ( Dividend Yield ) dan lainnya.

    Cara screening saham menggunakan Investing.com
    Langkah 1: Kunjungi Investing.com
    Langkah 2: Dari menu atas, pilih Tools >>> Stock Screener
    Langkah 3: Tambahkan Kriteria (rasio keuangan) untuk screening saham
    Misalnya, jika kita ingin screening perusahaan dengan rasio PE antara (5, 18) dan% hasil dividen antara (3, 5), kita dapat memilih kriteria berikut. Screener Investing.com akan menyaring saham sesuai dengan kriteria yang disebutkan dan menampilkan daftar perusahaan.
    Selanjutnya, kita juga dapat menambahkan sejumlah rasio keuangan dalam kriteria Anda seperti CAGR, ROE, dll.

  2. Memahami perusahaan
    Setelah kita screening perusahaan berdasarkan kriteria di atas, langkah selanjutnya adalah menggali informasi perusahaan tersebut. Penting bagi kita untuk memahami perusahaan yang akan dijadikan target investasi. Karena jika tidak, kita tidak akan dapat mengetahui kinerja perusahaan baik atau buruk, apakah perusahaan dalam pengambilan keputusan sesuai dengan tujuan masa depannya atau tidak; apakah kompetitor perusahaan baik atau buruk jika dibandingkan dengan perusahaan yang menjadi target investasi.
    Selanjutnya, jika kita sudah mendapatkan informasi yang akurat tentang perusahaan dan menganggapnya menarik, maka lanjutkan ke langkah berikutnya. Jika tidak, abaikan perusahaan tersebut.

  3. Pelajari laporan keuangan perusahaan 
    Setelah kita memahami perusahaan dan menganggapnya menarik, selanjutnya kita perlu memeriksa keuangan perusahaan seperti Neraca, laporan laba rugi, dan laporan arus kas. Sebagai aturan praktis, Pendapatan / Penjualan, laba bersih, dan peningkatan margin selama lima tahun terakhir dapat dianggap sebagai tanda sehat bagi perusahaan.

    Setelah itu, kita juga perlu memeriksa keuangan lainnya meliputi:
    a. Balance Sheet (Neraca): Asset, Liabilitas, Equitas
    b. Income Statement (Rugi-laba): Pendapatan/ penjualan/ revenue, beban, laba
    c. CashFlow (Arus Kas): Operating, Investing, Financing
     
    Salah satu situs web terbaik untuk memeriksa laporan keuangan perusahaan yang sering digunakan adalah idx.co.id.

    Berikut adalah langkah-langkah untuk memeriksa laporan keuangan perusahaan di situs web idx.co.id:
    Langkah 1 : Kunjungi idx.co.id
    Langkah 2: Pilih LAPORAN KEUANGAN PERUSAHAAN TERCATAT
    Langkah 3 : Masukkan kode atau nama perusahaan, tahun dan periode. Klik Cari.
    Perincian laporan perusahaan akan terbuka dalam format .zip, .xlsx dan .pdf.
    Langkah 4 : Download dan pelajari laporan keuangan perusahaan selama 10 tahun terakhir.
    Kita harus mempelajari keuangan perusahaan dengan cermat untuk memilih saham yang bagus untuk investasi jangka panjang.

  4. Periksa utang dan Red Flags
    Hutang perusahaan adalah salah satu faktor yang harus dipelajari sebelum memutuskan berinvestasi dalam suatu saham. Suatu perusahaan tidak dapat berkinerja baik dan memberi keuntungan yang maksimal kepada pemegang sahamnya jika memiliki hutang yang besar
    Mereka harus membayar hutang dan juga membayar bunga atas uang pinjaman sebelum hal lain. Singkatnya, hindari perusahaan dengan hutang besar. Sebagai aturan praktis, selalu berinvestasi di perusahaan dengan rasio utang / ekuitas kurang dari satu ( DER< 1 ). Kita dapat menggunakan rasio ini dalam penyaringan awal saham atau memeriksanya saat membaca laporan keuangan perusahaan. Selain itu, red flag lainnya di perusahaan dapat terus menurunnya laba / margin, likuiditas rendah, dan jaminan saham.

  5. Temukan kompetitor perusahaan
    Adalah hal yang baik untuk mempelajari rekanan dan kompetitor perusahaan sebelum berinvestasi. Pelajari berbagai hal yang dilakukan perusahaan yang tidak dimiliki pesaingnya. Selanjutnya, kita harus dapat mengambil keputusan untuk berinvestasi di perusahaan tersebut dan bukan dari pesaingnya. Alasannya harus meyakinkan, seperti Unique selling point (USP), Keunggulan kompetitif, produk murah, nilai, merek, prospek masa depan (proyek mendatang, pabrik baru), dll.
    Anda dapat menemukan daftar pesaing perusahaan di situs web Investing.com.

    Berikut langkah - langkahnya:
    Langkah 1 : Kunjungi Investing.com
    Langkah 2 : Dari menu atas, pilih Tools >>> Stock Screener 
    Langkah 3 : Select Country, Select Exchange, Select Sector, Select Industry
    Kita akan menemukan harga saham, perubahan harga, Market Cap dan Volume saham masing - masing perusahaan tang bergerak di bidang yang sama.
    Selain itu, kita dapat melakukan pencarian google untuk menemukan pesaing perusahaan. Pelajari pesaing secara detail sebelum berinvestasi.
  6. Analisis prospek masa depan
    Sebagian besar investasi yang baik didasarkan pada aspek / potensi masa depan perusahaan dan hampir tidak pada keadaan perusahaan saat ini. Investor tertarik pada berapa banyak return yang bisa mereka dapatkan dari investasi mereka di masa depan. Karena itu, kita harus menyeleksi perusahaan dengan prospek yang baik di masa mendatang . Pilih hanya perusahaan-perusahaan yang produk atau layanannya masih akan digunakan dalam jangka waktu yang panjang.
    Jika Anda berencana berinvestasi untuk jangka panjang, maka umur panjang produk perusahaan adalah kriteria yang harus dipelajari. Selanjutnya, periksa prospek masa depan, kemungkinan ekspansi, sumber pendapatan potensial di masa depan, dll.

FUNGSI REM 
  1. Mengurangi kecepatan (memperlambat) dan menghentikan kendaraan. 
  2. Memungkinkan parkir pada tempat yang menurun. 
  3. Sebagai alat pengaman dan menjamin pengendaraan yang aman. 

 PRINSIP REM
Prinsip rem adalah merubah energi gerak menjadi energi panas. Umumnya, rem bekerja disebabkan oleh adanya sistem gabungan penekanan melawan sistem gerak putar. Efek pengereman (braking effect) diperoleh dari adanya gesekan yang ditimbulkan antara dua objek / benda.



TIPE REM 
Rem yang dipergunakan pada kendaraan bermotor dapat digolongkan menjadi beberapa tipe tergantung pada penggunaannya. 
Rem kaki (foot brake) digunakan untuk mengontrol kecepatan dan menghentikan kendaraan. 
Rem parkir (parking brake) untuk memarkir kendaraan. 
Rem tambahan (auxiliary brake) untuk membantu rem kaki dan digunakan pada kendaraan besar.

REM KAKI 
Rem kaki (foot brake) dikelompokkan menjadi dua tipe : rem hidrolis (hydraulic brake) dan rem pneumatis (pneumatis brake). 
Rem hidraulis mempunyai keuntungan lebih respon (lebih cepat) dan konstruksi lebih sederhana, sedangkan rem pneumatis menggunakan kompresor yang menghasilkan udara bertekanan untuk menambah daya pengereman.


MEKANISME KERJA SISTEM REM 

Master Silinder 
Bila pedal ditekan, master silinderakan menghasilkan tekanan hidraulis. Cara kerja pedal rem didasarkan pada prinsip tuas yang merubah tekanan pedal rem yang kecil menjadi besar.


F2 = F1 x A
        B
F1 : Tenaga pedal (kg).
F2 : Output push rod (kg).
A1 : Jarak pedal ke fulcrum.
A2 : Jarak pushrod ke fulcrum.

Tipe dan Konstruksi Master Silinder
Ada dua tipe master silinder, tunggal dan ganda (tandem). Pada umumnya untuk sistem rem digunakan master silinder tipe ganda (tandem), yang mempunyai keuntungan bila salah satu sistem tidak bekerja , tetapi sistem lain tetap berfungsi dengan baik. Pada sistem penggerak roda belakang, piston no.1 untuk roda depan dan piston no.2 untuk roda belakang. Pada kendaraan penggerak roda depan, terdapat beban tambahan pada roda depan,untuk mengatasi hal ini digunakan diagonal splithydraulic system.

Cara Kerja
Saat pedal rem tidak diinjak : 
Piston cup no. 1 & 2 terletak di antara inlet port dan compensating port, sehingga terdapat saluran antara cylinder dan reservoir tank. 

Saat pedal rem diinjak 
Piston no. 1 bergerak ke kiri dan piston cup menutup compensating port, sehingga menyebabkan tekanan hidraulis dalam silinder bertambah dan tekanan ini diteruskan ke wheel cylinder kembali ke reservoir.

Saat pedal rem dibebaskan
Piston kembali ke posisi semula oleh tekanan hidraulis dan tegangan return spring, dan minyak kembali ke reservoir. 

Outlet Check Valve
Pada beberapa master silinder terdapat outlet check valve yang berfungsi untuk mempertahankan tekanan sisa pada pipa rem (1 kg/cm2) untuk mencegah terlambatnya pengereman. 









REM TROMOL (DRUM BRAKE)
Pada rem tromol, kekuatan tenaga pengereman (self energi-zing action/effect) diperoleh dari sepatu rem yang diam menekan bagian dalam tromol yang berputar. 







KOMPONEN 
Komponen utama rem tromol terdiri dari : 
1. backing plate 
2. silinder roda (wheel cylinder) 
3. sepatu rem dan kanvas (brakeshoe & lining) 
4. tromol rem (brake drum). 






Backing Plate
Backing plate terbuat dari baja press, karena sepatu rem terkait pada backing plate, maka aksi daya pengereman tertumpu pada backing plate.
 












Silinder Roda
Ada dua tipe silinder roda (wheel silinder): double piston dan single piston. Bila timbul tekanan hidraulis pada master silinder maka akan menggerakkan piston cup, piston akan menekan ke arah sepatu rem, kemudian menekan tromol rem. Apabila rem tidak bekerja, piston akan kembali ke posisi semula karena kekuatan pegas pembalik sepatu rem.
Bleeder plug berfungsi sebagai baut pembuangan udara yang terdapat pada sistem rem. 

Sepatu Rem dan Kanvas Rem 
Sepatu rem terbuat dari plat baja 
Kanvas rem dipasang dengan cara dikeling atau dilem. Kanvas terbuat dari campuran fiber metalic, brass, lead, plastik dan sebagainya. Kanvas harus mempunyai koefisien gesek yang tinggi dan harus dapat menahan panas dan aus. 











Tromol Rem 
Tromol rem (brake drum) terbuat dari besi tuang (gray cast iron). Ketika kanvas menekan bagian dalam dari tromol akan terjadi gesekan yang menimbulkan panas yang mencapai suhu 200 – 300°C. 











TIPE REM TROMOL 
Tipe Leading Trailing
Pada tipe ini terdapat satu wheel silinder dengan dua piston yang akan mendorong bagian atas dari tromol rem.Leading shoe lebih cepat aus dari pada trailing shoe. 










Tipe Two Leading 
Tipe ini mempunyai dua wheel silinder yang masing-masing memiliki satu piston. 
Keuntungan : Saat kendaraan maju kedua sepatu rem menjadi leading shoe sehingga daya pengereman baik. 
Kerugian : Saat kendaraan mundur kedua sepatu rem menjadi trailing shoe sehingga daya pengereman kurang baik. 












Tipe Dual Two Leading
Tipe ini mempunyai 2 silinder roda (wheel cylinder), yang masing-masing memiliki 2 buah piston, dan menghasilkan efek pengereman yang baik saat kendaraan maju maupun mundur. 











Tipe Uni-Servo 
Tipe ini mempunyai 1 wheel cylinder dengan 1 piston. 
Keuntungan : Saat kendaraan maju kedua sepatu rem menjadi leading shoe sehingga daya pengereman baik. 
Kerugian : Saat kendaraan mundur kedua sepatu rem menjadi trailing shoe sehingga daya pengereman kurang baik. 














Tipe Duo-Servo 
Tipe ini merupakan penyempurnaan dari tipe uni-servo yang mempunyai 1 wheel cylinder dengan 2 piston. Gaya pengereman tetap baik tanpa terpengaruh oleh gerakan kendaraan. 


















DAYA PENGEREMAN 
Daya pengereman dipengaruhi oleh : Temperatur kanvas. Gesekan akan berkurang dan gaya pengereman akan menurun ketika tromol dan kanvas telah menjadi panas. 
Posisi persinggungan antara tromol dan kanvas, walaupun luas daerah persinggungan mungkin sama. 


CELAH SEPATU REM 
Celah yang tidak tepat dapat menyebabkan : Celah sepatu rem terlalu besar akan menyebabkan kelambatan pada pengereman. Celah sepatu rem terlalu kecil, rem akan terseret dan menyebabkan keausan pada tromol dan kanvas. 
Celah sepatu rem tidak sama akan menyebabkan kendaraan tertarik ke satu arah. 

Penyetelan Otomatis Celah Sepatu Rem 
1. Penyetelan terjadi saat pengereman selama kendaraan mundur
Metode ini digunakan pada rem tipe duo servo, yang menggunakan kabel penyetel (adjusting cable), tuas penyetel (adjusting lever), sekrup penyetel sepatu (shoe adjusting screw). 
Adjusting cable dipasang pada brake shoe no. 2 dan ujung lainnya pada adjusting lever melalui sebuah pegas. 
Adjusting lever dipasang pada bagian bawah sepatu no. 2 yang dihubungkan dengan adjusting screw. 
Shoe adjusting screw terdiri dari baut dan mur seperti pada gambar. 


Cara Kerja 
Bila pedal rem ditekan saat kendaraan mundur, sepatu rem no. 2 bergerak dari anchor pin, dan menarik adjusting cable. Ini menyebabkan adjusting lever memutar adjusting screw dan menyetel celah. 

2. Penyetelan terjadi saat pengereman selama kendaraan maju 
Ujung link dihubungkan dengan piston wheel cylinder, sedangkan ujung link lain dihubungkan dengan automatic adjusting lever melalui pegas. Tuas penyetel otomatis dipasang pada rumah wheel silinder dengan sebuah pin, yang ujungnya dihubungkan dengan pegas dan adjusting wheel. 







Cara Kerja 
Bila pedal rem diinjak, maka piston dan link bergerak ke atas. Hal ini menyebabkan tuas penyetel otomatisbergerak mengelilingi pin pada arah putaran kebalikan. 

a. Celah Sepatu Rem Standar 
Bila gerakan piston kecil, maka gerakan tuas penyetel otomatis juga kecil. Gerakan tuas penyetel hanya maju-mundur diantara 2 gigi adjusting wheel, jadi adjusting wheel tidak berputar. 
b. Celah Sepatu Rem Lebih Besar dari Standar Bila pedal rem ditekan, gerakan piston lebih besar, maka tuas penyetel menyebabkan adjusting wheel berputar. Bila pedal rem dilepas tuas penyetel kembali ke posisi semula tetapi berhubungan dengan gigi berikutnya dari adjusting wheel. 


3. Penyetelan dilakukan dengan rem parkir 
Cara Kerja Saat rem parkir bekerja, maka tuas tertarik ke kiri. Pada saat yang bersamaan, tuas penyetel berputar searah jarum jam mengelilimgi pin tempat sepatu rem terpasang, memutarkan adjusting screw. 

a. Celah Sepatu Rem Lebih Besar dari Standar 
Saat tuas rem parkir ditarik, maka adjusting lever akan bergerak jauh melebihi jarak gigi berikut dari adjusting screw. Saat tuas rem parkir dibebaskan, adjusting lever akan turun dan memutar adjusting screw sehingga menyetel celah. 
b. Celah Sepatu Rem Standar 
Saat rem parkir ditarik, adjusting lever hanya bergerak sedikit (tidak melebihi gigi berikut pada adjusting wheel). Celah sepatu rem tetap (tidak berubah). 

REM CAKRAM (DISC BRAKE) 
Rem cakram (disc brake) terdiri dari cakram (disc rotor) yang terbuat dari besi tuang yang berputar dengan roda, dan disc pad yang berfungsi untuk mendorong dan menjepit cakram. Daya pengereman dihasilkan karena gesekan antara disc pad dan disc rotor. 

Keuntungan : 
  1. Radiasi panas baik. 
  2. Bila terkena air lebih cepat kering. 
  3. Konstruksi sederhana. 
  4. Mudah dalam perawatan serta penggantian pad. 
Kerugian : 
  1. Self energizing effect kecil. 
  2. Membutuhkan tekanan hidraulis yang besar.
  3. Pad lebih cepat aus. 

KOMPONEN-KOMPONEN 
Piringan (Disc Rotor) 
Disc rotor terbuat dari besi tuang dalam bentuk solid (biasa) dan berlubang-lubang untuk ventilasi. Tipe ventilasi digunakan untuk menjamin pendinginan yang baik untuk mencegah fading (koefisien gesek berkurang). 

Pad Rem 
Pad (disc pad) terbuat dari campuran metallic fiber dan serbuk besi, yang disebut semi-metallic disc pad. Pada pad diberi celah untuk menunjukkan tebal batas pad yang diijinkan (mempermudah pemeriksaan). 
Pada beberapa pad terdapatanti-squel shim yang berfungsi untuk mencegah bunyi saat pengereman, dan pad wear indicator untuk menginformasikan keausan pad yang sudah tipis. 

JENIS-JENIS CALIPER
Tipe Fixed Caliper (Double Piston) 
Pada tipe ini daya pengereman didapat bila pad ditekan piston secara hidraulis pada kedua sisi disc 






Tipe Floating Caliper 
Cara Kerja 
Pada tipe ini hanya terdapat satu piston. Tekanan hidraulis dari master cylinder mendorong piston (A) dan selanjutnya menekan disc. Pada saat yang sama tekanan hidraulis menekan sisi pad (B) menyebabkan caliper bergerak ke kanan dan menjepit cakram dan terjadilah pengereman.



PENYETELAN OTOMATIS CELAH ROTOR DENGAN PAD
Bila pad menjadi aus, maka celah antara rotor dan pad bertambah dan memerlukan langkah yang lebih besar. Oleh karena itu dibutuhkan suatu mekanisme penyetelan celah otomatis yaitu piston seal type adjusting mechanism. 

Cara Kerja 
1. Celah Normal (Keausan Pad Tidak Ada) 
Bila rem dioperasikan ,maka piston seal membentuk elastis seperti pada gambar. Bila pedal rem dilepas, piston seal akan kembali ke bentuk semula, dan menarik piston kembali. Besarnya deformasi (amount of deformation) seal adalah celah pad. 

2. Celah Terlalu Besar (Pad Aus) 
Saat pad aus, bila rem dioperasikan maka gerakan piston akan lebih jauh, tetapi besarnya deformasi seal tetap. Bila pedal rem dilepaskan, maka piston kembali dengan jarak yang sama besar dengan deformasi seal, dan celah sepatu rem telah distel. 

Saat piston ditekan keluar 
Saat piston dibebaskan 

REM PARKIR 
Rem parkir (parking brake) terutama digunakan untuk memarkir kendaraan. 
Rem parkir terbagi menjadi dua tipe : tipe roda belakang dan tipe center brake. 
Kendaraan penumpang menggunakan tipe roda belakang, dan kendaraan truk atau niaga menggunakan tipe center brake. 

Cara Kerja
Mekanisme kerja (operating mechanism) pada dasarnya sama untuk tipe rem parkir roda belakang dan tipe center brake. Tuas rem parkir ditempatkan berdekatan dengan tempat duduk pengemudi. 
Dengan menarik tuas rem parkir, maka rem bekerja melalui parking brake cable, intermediate lever, pull rod, equalizer, parking brake cable kiri dan kanan. 
Di bawah ini beberapa tipe tuas yang digunakan tergantung pada design tempat duduk pengemudi dan sistem kerja yang dikehendaki. 

Tuas rem parkir dilengkapi dengan rachet untuk mengatur tuas pada suatu posisi pengetesan. Pada beberapa tuas rem parkir mur penyetelannya dekat dengan tuas rem untuk memudahkan penyetelan. Kabel rem parkir memindahkan gerakan tuas ke tromol rem sub-assembly. Pada rem parkir roda belakang,dibagian tengah kabel diberi equalizer untuk menyamakan daya kerja pada roda kiri dan kanan 
Tuas intermediate (intermediate lever) dipasang untuk menambah daya pengoperasian.

A. Pendahuluan
Sudah saatnya generasi muda memiliki pola pikir dan cita-cita menjadi seorang wirausaha. Impian menjadi karyawan atau pegawai setelah lulus sekolah jangan sampai dijadikan tujuan satu-satuya. Banyaknya pengangguran di negeri ini utamanya di dominasi oleh lulusan sekolah menengah kejuruan atau SMK. Kenyataan tersebut hendaknya bisa menyadarkan para generasi muda. Para lulusan setiap tahun bertambah, sementara ketersediaan lapangan pekerjaan tidak sebanding dengan banyaknya pencari kerja. Kesadaran itu harus dibangun dan dimiliki oleh para generasi muda saat ini. Dengan menjadi seorang wirausaha akan memberikan banyak manfaat bagi kemajuan negeri ini. Peran wirausaha penting dalam menciptakan lapangan pekerjaan bagi dirinya dan orang lain di lingkungan sekitar. Demikian juga, ia akan ikut serta membantu pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kemakmuran di negara kita. Bangsa ini membutuhkan generasi-generasi yang terampil, kreatif dan inovatif

B. Pengertian Wirausaha 
            Tentunya kita sering mendengar istilah wirausaha atau entrepreneur. Istilah entrepreneur pertama kali diperkenalkan pada awal abad ke 18 oleh seorang ekonom perancis yang bernama Richard Cantilon. Entrepreneur adalah agent who buys means of producition at certain prices in order to combine them. 
            Etimologi kata wirausaha adalah berasal dari kata “wira” dan “usaha”. “Wira” berarti pejuang, pahlawan, manusia unggul, teladan, berbudi luhur, gagah berani dan berwatak agung. Kata “wira” juga digunakan dalam kata “perwira”. Sedangkan “usaha” berarti “perbuatan untuk mencapai sebuah tujuan”. Jadi, secara etimologis/harfiah, wirausaha adalah pejuang atau pahlawan yang melakukan perbuatan untuk mencapai sebuah tujuan. 
            Seorang wirausaha adalah orang yang mampu menciptakan dan merancang suatu gagasan menjadi realita. 

Berikut ini adalah pengertian dan definisi wirausaha menurut beberapa ahli: 
  1. Syamsudin Suryana
    Wirausaha adalah seseorang yang memiliki karakteristik percaya diri, berorientasi pada tugas dan hasil, pengambil resiko yang wajar, kepemimpinan yang lugas, kreatif menghasilkan inovasi, serta berorentasi pada masa depan. 
  2. Prawirokusumo
    Wirasusaha adalah mereka yang melakukan upaya-upaya kreatif dan inovatif dengan jalan mengembangkan ide dan meramu sumber daya untuk menemukan peluang dan perbaikan hidup. 
  3. Joseph Schumpeter
    Wirausaha adalah seorang inovator yang melakukan berbagai perubahan di dalam pasar lewat penggabungan beberapa hal atau sesuatu yang baru. 

Adapun sesuatu yang baru tersebut bisa dalam bentuk: 
             Ada produk baru yang dikenalkan 
             Ada metode produksi baru 
             Dibukanya pasar yang baru 
             Diperolehnya sumber pasokan baru dari komponen yang baru 
             Dijalankannya suatu organisasi baru pada sebuah perusahaan

C. Karakter Wirausaha 
            Wirausahawan adalah orang yang menjalankan usaha atau perusahaan dengan kemungkinan menanggung resiko seperti kerugian. Oleh sebab itu seorang wirausaha harus memiliki kesiapan mental, baik pada saat menghadapi keadaan yang merugikan maupun saat ia mendapatkan untung besar. 

Karakter wirausaha yang harus dimiliki oleh seorang yang ingin menjadi wirausahawan agar sukses dalam menjalankan usahanya diantaranya adalah: 
  1. Kreatif
    Kemampuan seseorang untuk menggunakan sumber daya yang dimiliki untuk menghasilkan pola pikir dan tindakan yang berbeda.
  2. Inovatif
    Proses menghasilkan sesuatu gagasan atau penemuan baru yang dapat diterima atau dijual ke masyarakat. Terkadang inovasi itu berupa ide yang sederhana dan sepele, asal merupakan sesuatu yang atau sesuatu yang lebih baik dari yang sudah ada.
  3. Berani
    Seorang wirausaha harus memiliki sifat berani dalam mengambil keputusan dan juga berani dalam mengambil resiko tentunya dengan perhitungan yang cermat.
  4. Kepemimpinan
    Karakter kepemimpinan berarti seorang wirausaha harus bisa mengelola dan mengatur bisnisnya dalam mencapai tujuan.
  5. Mampu berkomunikasi
    Seorang wirausaha harus mampu menyampaikan gagasan dan pesan baik secara internal (kepada karyawan) maupun secara eksternal kepada mitra usaha.
  6. Kerjasama
    Kemampuan untuk menjalin hubungan baik dengan beberapa pihak dalam menjalankan usahanya. Itu artinya ia harus mampu bergandengan tangan untuk melangkah bersama-sama. 
  7. Mandiri
    Seorang wirausaha adalah pribadi yang mandiri, tidak menggantungkan masa depannya pada orang lain.
  8. Percaya diri
    Percaya pada kemampuan diri itu sangat penting. Rasa percaya diri ini yang menyebabkan ia mantap dalam melangkah dan mewujudakan impiannya.
  9. Jujur
    Jujur merupakan akar dari semua karakter. Seberapa hebat kemampuan yang dimiliki oleh seseorang, bila tidak memiliki kejujuran, maka semua akan sirna, kepercayaan orang lain terhadap diri kita akan hilang.
  10. Pantang menyerah
    Karakter pantang menyerah penting terutama saat menghadapi resiko kegagalan. Dalam proses dinamika menjalankan usaha banyak lika liku yang dihadapi. Kegagalan satu ke kegagalan berikutnya. Gagal dan bangkit lagi.
Karakter wirausaha menurut Bygrave ada sepuluh, dikenal dengan 10 D, yaitu sebagai berikut: 
  1. Dream : memiliki keinginan untuk mewujudkan impian di masa depan
  2. Decisiviness : mampu membuat keputusan secara cepat dan tepat 
  3. Doers : melakukan tindak lanjut terhadap keputusan yang diambil 
  4. Determination : melaksanakan kegiatan dengan penuh perhatian, tanggung jawab dan pantang menyerah
  5. Dedication : memiliki dedikasi yang tinggi dan rela berkorban 
  6. Devotion : tidak mengenal lelah, fokus dalam memperhatikan bisnisnya 
  7. Details : mampu menganalisa secara rinci sampai ke hal-hal kecil 
  8. Destiny : mampu merumuskan tujuan yang hendak dicapai
  9. Dollars : uang bukan semata-mata tujuan yang hendak dicapai 
  10. Distribute : mampu mendistribusikan atau membagi tugas, wewenang dan kepemilikan kepada orang lain.

D. Kreatifitas 
Kreativitas merupakan salah satu kunci utama keberhasilan seorang entrepreneur. Kita bisa saja memulai bisnis tanpa uang, tanpa jaringan, ataupun tanpa kantor, selama memiliki kreativitas yang baik. Sebaliknya, jika kreativitas itu sulit untuk singgah di kepala kita, walaupun kita memiliki banyak modal uang, jaringan, dan lain sebagainya belum tentu hal tersebut bisa kita gunakan dengan maksimal dan mungkin malah habis tanpa sisa. 
Lalu bagaimana caranya agar kita bisa menjadi seorang yang kreatif? 
Banyak orang yang merasa dirinya adalah orang yang ‘terlahir’ tidak kreatif dan sebagainya, namun sebenarnya menjadi kreatif adalah masalah kemauan dan latihan. Ingin menjadi seorang entrepreneur yang kreatif? 

Berikut ini adalah cara-caranya. 
  1. Mindset Continuous Improvement
    Seorang entrerpreneur yang kreatif membiasakan diri untuk memiliki mindset yang berbeda dari kebanyakan orang yaitu menganggap bahwa setiap produk, jasa, layanan, metode, atau apapun itu bisa ditingkatkan lagi kualitasnya.
  2. Diskusi dan Interaksi
    Sebuah diskusi dan interaksi selain bisa mendapatkan banyak sekali ide juga bisa mendapatkan masukan atas ide yang kita sampaikan.
  3. Brainstorming Session
    Sebagai entrepreneur umumnya kita tidak melakukan semuanya sendiri namun tentu ada tim yang menemani kita. Dengan melakukan sesi brainstorming atau adu ide anggota tim akan banyak sekali ideide kreatif yang bisa ditemukan.
  4. Travelling dan Bertemu Orang Baru
    alah satu cara yang bisa dilakukan agar bisa menjadi seorang entrepreneur yang kreatif adalah dengan menyempatkan diri untuk traveling, bertemu dengan orang baru, atau pergi ke tempattempat baru.
  5. Idea Bank
    Idea bank merupakan wadah di mana kita bisa mengumpulkan berbagai macam ide atau pikiran-pikiran yang tidak sengaja terlewat, kemudian kita catat dan kita simpan.
  6. Tidak Menyerah
    Menjadi Orang Kreatif Entrepreneur yang tangguh adalah mereka yang tidak menyerah untuk menjadi seorang yang kreatif. Jikalau memang diri sendiri tidak bisa menghasilkan ide-ide baru, kita bisa bersinergi untuk mewujudkan ide-ide cemerlang orang lain.
E. Manfaat Wirausaha 
            Salah satu usaha yang paling menjanjikan di masa sekarang ini adalah menjadi seorang wirausaha. Wirausaha adalah orang yang pandai atau berbakat untuk mengenali produk baru, menentukan cara dan proses produksi baru, menyusun operasi pengadaan produk yang baru, memasarkannya, serta mengatur modal operasinya. 

Berikut ini adalah manfaat menjadi seorang wirausaha :
  1.  Bisa menciptakan lapangan pekerjaan baru dan membantu orang lain.
    Dengan mendirikan sebuah usaha seorang wirausahawan memberikan peluang kepada masyarakat untuk mendapatkan kesempatan kerja pada usaha yang diciptakannya. 
  2. Memiliki kebebasan mencapai tujuan usahanya
    Dalam konteks wirausaha, kebebasan adalah bagaimana mengelola waktu, sumber daya manusia, alat dan bahan serta tujuan yang ingin dicapai. 
  3. Tidak terikat waktu
    Menjadi seorang wirausaha tidak akan pernah terikat waktu, apa yang akan kita lakukan dan kerjakan semua tergantung dari kita sendiri. 
  4. Memiliki kesempatan menunjukan kemampuan dan potensi diri.
    Dengan memiliki sebuah usaha, wirausahawan dapat menyampaikan pikiran dan perilaku mereka sendiri. 
  5. Memperoleh manfaat dan laba yang maksimal
    Menjadi wirausahawan memiliki kebebasan untuk menentukan sendiri keuntungan atas investasi dalam usahanya.

F. Fungsi atau Peran Wirausaha dalam Perekonomian Nasional 
            Wirausahawan adalah orang yang mempunyai jiwa mandiri, motivasi tinggi, serta berkemauan dan berkemampuan untuk mengubah tantangan menjadi peluang. Dengan demikian, wirausahawan mempunyai peran yang besar dalam kemajuan perekonomian. 

Peran wirausahawan dalam perekonomian, antara lain sebagai berikut. 
  1. Membuka Lapangan Kerja 
  2. Dengan jiwa wirausaha, faktor-faktor produksi dapat dikombinasikan sehingga dapat menghasikan produk baru. Dengan adanya produksi maka kesempatan kerja menjadi Iebih terbuka dan hal ini memberikan peluang bagus untuk mengurangi tingkat penganguran.
  3. Meningkatkan pendapatan nasional 
  4. Dengan munculnya produk-produk baru, baik berbentuk barang maupun jasa, dapat memberikan sumbangan bagi naiknya pendapatan nasional melalui peningkatan jumlah produksi barang dan jasa.
  5. Mengurangi kesenjangan ekonomi dan sosial 
  6. Dengan munculnya banyak kesempatan berproduksi maka kesenjangan antara masyarakat yang berpenghasilan tinggi dan masyarakat yang berpenghasilan rendah dapat dikurangi.
  7. Mendorong terciptanya masyarakat adil dan makmur 
  8. Dengan makin banyaknya wirausahawan yang dapat mengolah kekayaan alam, berarti akan membuka peluang untuk meningkatkan pendapatan masyarakat yang sekaligus akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. 
  9. Penghasilan berupa devisa 
  10. Wirausaha yang bergerak dalarn produksi barang dan jasa yang diekspor akan memiliki peran dalam menghasilkan devisa.. Dengan demikian, perkembangan ekonomi nasional dapat dipercepat. 
  11. Pengadaan Penanaman Modal (Investasi) Dalam Negeri 
  12. Dengan makin besarnya investasi dalam negeri, selain makin menambah produksi nasional juga akan mengurangi ketergantungan terhadap investasi asing. Semuanya mi akan membuat makin tangguhnya perekonom ian nasional. 
  13. Penghasilan Berupa Pajak
  14. Wirausaha yang memiliki usaha maju dan besar merupakan pembayar pajak yang besar pula. Pajak yang dikumpulkan merupakan sumber penerimaan negara yang bermanfaat bagi usaha memajukan perekonomian nasional.
G. Perilaku Kerja Prestatif 
Perilaku kerja prestatif adalah perilaku yang selalu ingin maju dan antusias. Siswa yang prestatif juga bersemangat dalam belajar, tidak mudah mengeluh dan tidak cepat puas. Apakah kamu termasuk siswa yang seperti itu? 
Menurut Zimmerer, karakteristik wirausaha yang berhasil karena bekerja secara prestatif adalah : 
  1. Memiliki kemampuan memimpin 
  2. Komitmen tinggi terhadap pekerjaannya 
  3. Bertanggung jawab 
  4. Motivasi untuk lebih unggul 
  5. Kreatif dan fleksibel
  6. Mempertahankan minat kewirausahaan dalam dirinya 
  7. Yakin pada diri sendiri
  8. Berorientasi pada masa depan 
  9. Mau belajar dari kegagalan 
  10. Peluang untuk mencapai obsesi
  11. Toleransi untuk mencapai risiko ketidakpastian 
Apabila karakteristik prestatif di atas diterapkan oleh seorang wirausaha di dalam bisnis, maka : 
  1. Wirausaha memiliki tekad kuat berusaha tetapi bukan karena terpaksa 
  2. Wirausaha akan mawas diri dan bertekad bulat untuk maju 
  3. Wirausaha berpikir ada kemungkinan gagal,tapi ia tidak gentar 
  4. Wirausaha ingin maju/mandiri,walaupun resiko tinggi 
  5. Wirausaha berpikir positif karena ingin berkreatif 
Sikap dan Perilaku Kerja Prestatif menurut Stephen Covey di dalam bukunya "First Thing's First" ada 4 sisi potensial yang dimiliki manusia untuk maju,yaitu : 
  • Self awareness (sikap mawas diri)
  • Conscience (mempertajam suara hati) 
  • Independent will (pandangan independen untuk bakal bertindak)
  • Creative Imagination (berpikir mengarah kedepan untuk memecahkan masalah dengan imajinasi serta adaptasi yang tepat) 

H. Aspek-aspek Kerja Prestatif 
Aspek Prilaku kerja prestatif yang harus diperhatikan oleh para wirausaha untuk mencapai keberhasilan dalam mengelola usahanya adalah sebagai berikut. 
  1. Kerja Ikhlas
    Kerja ikhlas adalah bekerja dengan baik bersungguh-sungguh dapat menghasilkan sesuatu yang baik dilandasi dengan hati yang tulus. Contohnya : seorang buruh pabrik yang bekerja dengan gaji pas-pasan, namun tetap bekerja dengan baik. 
  2. Kerja Mawas Diri
    Kerja mawas diri dapat diartikan tidak tergesa-gesa dalam mengambil suatu tindakan, tidak mudah terpancing oleh suasana dalam menerima suatu kritikan maupun pujian. Contoh : seorang pemimpin perusahaan yang memiliki masalah pribadi dirumah dengan keluarganya,tidak boleh membawa masalah ke perusahaan. 
  3. Kerja Cerdas
    Kerja cerdas adalah bekerja dengan menggunakan pikiran yang tajam, cepat, tepat dalam menerima, menanggapi, menentukan sikap dan berbuat.
    Contoh : seorang wirausaha harus memiliki kemampuan mengkalkulasi, berkomunikasi dan negosiasi. 
  4. Kerja Keras Kerja keras berarti bekerja dengan menggunakan sumber daya secara optimal
    Contoh : seorang penjual makanan keliling ke sekolah-sekolah. 
  5. Kerja Tuntas
    Kerja tuntas adalah kerja yang tidak setengah-setengah dan mampu mengorganisasikan bagian usaha secara terpadu dari awal sampai akhir untuk dapat menghasilkan usahanya secara maksimal.
    Contoh : seorang pelajar menyeleseikan tugas yang diberikan oleh guru.

Author Name

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.